حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قَالَ شُعْبَةُ كَتَبَ بِهِ إِلَيَّ فَقَرَأْتُهُ عَلَيْهِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَلَمْ يَرْفَعْهُ قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي فِي يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا إِلَّا بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dan [Muhammad bin Ja'far], dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur]. dia berkata; Syu'bah menerangkan; ia menulis untukku, lalu aku bacakan hadits tersebut kepadanya, dari [Abu Utsman] mantan budak Al Mughirah bin Syu'bah, dari [Abu Hurairah], dan ia tidak memarfu'kannya, Abu Hurairah berkata; "Tidaklah seorang muslim shalat sunah dalam sehari dua belas raka'at melainkan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga." (HR. Ahmad: 10057)