حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الرَّاكِدِ ثُمَّ يُتَوَضَّأَ مِنْهُ
Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Khalid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Shalih] dari [Abu Maryam] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasannya beliau melarang kencing di air yang tidak mengalir kemudian berwudlu darinya." (HR. Ahmad: 10472)