حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْمَغْرِبَ فَجِئْتُ فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ عَنْ يَسَارِهِ فَنَهَانِي فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَجَاءَ صَاحِبٌ لِي فَصَفَفْنَا خَلْفَهُ فَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ مُخَالِفًا بَيْنَ طَرَفَيْهِ
Telah bercerita kepada kami [Abu Bakar Al Hanafi] telah bercerita kepada kami [Adl-Dlohak bin 'Utsman] telah bercerita kepadaku [Syurohbil] dari [Jabir] berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri sholat maghrib lalu saya datang dan berdiri di samping kirinya. Maka (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) melarangku dan menjadikanku di sisi kanannya, lalu datang temanku hingga kami berbaris di belakangnya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sholat bersama kami dengan satu baju dengan me'nyelempang'kan kedua ujungnya. (HR. Ahmad: 13972)