حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ رَجَاءٍ عَنْ أَوْسِ بْنِ ضَمْعَجٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَؤُمَّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِي السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلَا يُؤَمَّنَّ رَجُلٌ فِي سُلْطَانِهِ وَلَا يُجْلَسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Isma'il bin Raja`] dari [Aus bin Dlam'aj] dari [Abu Mas'ud Al Anshari] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Hendaklah yang menjadi iman suatu kaum adalah orang yang paling hafal kitab Allah Ta'ala. Jika mereka bacaannya sama, maka setelahnya adalah yang lebih tahu dengan sunah. Jika dalam sunah sama, maka yang lebih dulu hijrahnya. Jika hijrahnya bersamaan maka yang lebih tua. Janganlah seseorang menjadi imam dalam kekuasaan orang lain dan janganlah duduk pada tikar di suatu rumah orang lain kecuali jika diijinkan." (HR. Ahmad: 16477)