حَدَّثَنَا يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ عَنْ رَجِلٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى غَيْرَ سَاهٍ وَلَا لَاهٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَقَالَ يَحْيَى مَرَّةً غُفِرَ مَا كَانَ قَبْلَهَا مِنْ سَيِّئَةٍ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Bakr bin Sawadah] dari [seorang laki-laki] dari [Rabi'ah bin Qais] dari [Uqbah bin Amir] ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu dan membaguskan wudlunya, lalu ia shalat dengan tidak lupa ataupun lalai, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu." Sekali waktu Yahya menyebutkan, "Akan diampuni keburukannya yang telah lalu." (HR. Ahmad: 16806)