حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ يُقَالُ لَهُ ذُو الْبِجَادَيْنِ إِنَّهُ أَوَّاهٌ وَذَلِكَ أَنَّهُ كَانَ كَثِيرَ الذِّكْرِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ فِي الدُّعَاءِ
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Harits bin Yazid] dari [Ali bin Rabah] dari [Uqbah bin Amir], bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada seorang laki-laki yang biasa dipanggil Dzul Bijadain: "Sesungguhnya ia adalah seorang Awwaah." Demikian itu karena ia adalah seorang yang banyak berdzikir kepada Allah 'azza wajalla di dalam Al Qur'an, dan selalu mengeraskan suara saat berdo'a." (HR. Ahmad: 16811)