حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ عَبْدِ الْجَبَّارِ بْنِ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِدَلْوٍ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ فَتَمَضْمَضَ فَمَجَّ فِيهِ أَطْيَبَ مِنْ الْمِسْكِ أَوْ قَالَ مِسْكٌ وَاسْتَنْثَرَ خَارِجًا مِنْ الدَّلْوِ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَبْدِ الْجَبَّارِ بْنِ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَهُ الْيُمْنَى فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْيُسْرَى فَذَكَرَ مِثْلَ حَدِيثِ ابْنِ أَبِي بَكْرٍ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] Telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Abdul Jabbar bin Wa`il] dari [bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diberikan ember berisi air zam-zam. Lalu beliau berkumur-kumur dan memuntahkannya kembali ke dalam ember itu, ternyata wanginya lebih semerbak daripada misk. Kemudian beliau melakukan Istintsar (memasukkan air ke dalam hidung dan menghembuskannya kembali) di luar ember. Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Abu Ishaq] dari [Abdul Jabbar bin Wa`il] dari [bapaknya] ia berkata; Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dengan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya. Maka ia pun menyebutkan yang semisal dengan hadits Ibnu Abu Bakr. (HR. Ahmad: 18119)