حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ أَخْبَرَنَا الْحَكَمُ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي لَيْلَى عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ رَوَى عَنِّي حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ وَقَالَ عَفَّانُ أَيْضًا الْكَذَّابِينَ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dan ['Affan] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Ibnu Abu Laila]. - ['Affan] berkata dalam haditsnya; telah mengabarkan kepada kami [Al Hakam], ia berkata; saya mendengar [Ibnu Abu Laila] - dari [Samurah bin Jundub] dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa meriwayatkan hadits dariku, padahal menurutnya itu adalah suatu kebohongan, maka ia termasuk dari salah satu di antara para pembohong." 'Affan berkata; "Betul-betul seorang pendusta." (HR. Ahmad: 19358)