حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو وَسَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ قَالَ مَرَرْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ عَلَى طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ فَإِذَا فِتْيَةٌ قَدْ نَصَبُوا دَجَاجَةً يَرْمُونَهَا لَهُمْ كُلُّ خَاطِئَةٍ قَالَ فَغَضِبَ وَقَالَ مَنْ فَعَلَ هَذَا قَالَ فَتَفَرَّقُوا فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُمَثِّلُ بِالْحَيَوَانِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Minhal bin Amru], dan aku mendengar [Sa'id bin Jubair] mengatakan, "Aku pernah berjalan bersama [Ibnu Umar] di salah satu jalan Madinah, tiba-tiba ada seorang pemuda yang telah memasang seekor ayam untuk dijadikan sasaran tembak untuk setiap kesalahan mereka." Sa'id melanjutkan, "Ibnu Umar pun marah dan bertanya, "Siapakah yang melakukan ini?" Mereka pun berpencar hingga Ibnu Umar pun berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat orang yang menjadikan patung dari hewan." (HR. Ahmad: 4776)