حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ سُئِلَ أُسَامَةُ وَأَنَا شَاهِدٌ عَنْ سَيْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّتِهِ فَقَالَ الْعَنَقَ فَإِذَا وَجَدَ فَجْوَةً نَصَّ
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Bapakku] dia berkata; [Usamah] pernah ditanya mengenai perjalanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam melaksanakan hajinya. Ia menjawab; "Beliau berjalan sedang, kemudian apabila mendapati kelonggaran maka beliau berjalan lebih cepat dari itu." (HR. Bukhari: 4061)
Narrated Hisham's father: In my presence, Usama was asked about the speed of the Prophet (ﷺ) during his Hajj. He replied, "It was Al-'Anaq (i.e. moderate easy speed) and if he encountered an open space, he used to increase his speed." (Bukhari: 4061)