حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ شَيْبَانَ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ وَابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَبِثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِينَ يُنْزَلُ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ وَبِالْمَدِينَةِ عَشْرَ سِنِينَ
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Musa] dari [Syaiban] dari [Yahya] dari [Abu Salamah] ia berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Aisyah] dan [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhum, keduanya berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiam diri di Makkah selama sepuluh tahun, dan Al Qur`an diturunkan kepada beliau. Sementara di Madinah adalah juga sepuluh tahun. (HR. Bukhari: 4596)
Narrated ʿAisha and Ibn ʿAbbas: The Prophet (ﷺ) remained in Mecca for ten years, during which the Qurʾan used to be revealed to him; and he stayed in Medina for ten years. (Bukhari: 4596)