حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ سَعْدٌ كُنْتُ أُصَلِّي بِهِمْ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَيْ الْعَشِيِّ لَا أَخْرِمُ عَنْهَا أَرْكُدُ فِي الْأُولَيَيْنِ وَأَحْذِفُ فِي الْأُخْرَيَيْنِ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ذَلِكَ الظَّنُّ بِكَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nu'man] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari ['Abdul Malik bin 'Umair] dari [Jabir bin Samrah] berkata, [Sa'd] berkata, "Aku pernah mengimami mereka di antara dua shalat pada malam hari (Maghrib atau Isya) sebagaimana shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan aku mengurangi sedikitpun. Aku memanjangkan bacaan pada dua rakaat pertama dan aku pendekkan pada dua rakaat yang akhir." 'Umar? radliallahu 'anhu lalu berkata, "Begitulah anggapan kami terhadapmu." (HR. Bukhari: 716)
Narrated Jabir bin Samura: Saʿd said, "I used to pray with them a prayer similar to that of Allah's Messenger (ﷺ) (the prayer of Zuhr and 'Asr) reducing nothing from them. I used to prolong the first two rakaʿat and shorten the last two rakaʿat." ʿUmar said to Saʿd "This was what we thought about you." (Bukhari: 716)