و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ دَخَلَ الْأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ عَلَى ابْنِ مَسْعُودٍ وَهُوَ يَأْكُلُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ فَقَالَ قَدْ كَانَ يُصَامُ قَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ رَمَضَانُ فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ تُرِكَ فَإِنْ كُنْتَ مُفْطِرًا فَاطْعَمْ
Dan telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Alqamah] ia berkata; Al Asy'ats bin Qais menemui [Abdullah bin Mas'ud] yang saat itu sedang makan di hari 'Asyura`. Kemudian Al Asy'ats pun berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya hari ini adalah hari 'Asyura`." Maka Ibnu Mas'ud berkata, "Dulu sebelum diturunkannya kewajiban puasa Ramadlan, kaum muslimin memang berpuasa di hari 'Asyura`, namun ketika puasa Ramadlan diwajibkan, maka puasa hari 'Asyura` pun ditinggalkan. Maka jika kamu ingin berbuka, berbukalah." (HR. Muslim: 1907)
Alqama reported that Ash'ath b. Qais went to Ibn Mas'udd while he was eating on the day of Ashura. Thereupon he said: Abu Abd al-Rahman, it is the day of 'Ashura (and you are eating). Upon this he said: Fast was observed on (this day) before the (fasting) in Ramadan was made obligatory, but when it was made obligatory, (fasting on the day of 'Ashura) was abandoned. So if you are not fasting, then take food. (Muslim: 1907)