و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ قَالَ فَقَالَ قَدْ زَعَمُوا ذَاكَ قُلْتُ أَنَهَى عَنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَدْ زَعَمُوا ذَاكَ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Tsabit] dia berkata, "saya berkata kepada [Ibnu Umar], "(Apakah) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang perasan dalam bejana yang terbuat dari tembikar?" Tsabit berkata, "Ibnu Umar menjawab, "Para sahabat memahaminya seperti itu." Maka saya bertanya, "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam betul-betul melarangnya?" Dia menjawab, "Para sahabat memahaminya seperti itu." (HR. Muslim: 3708)
Thabit reported: I said to Ibn 'Umar that Allah's Messenger (may peace be upon him) had forbidden the preparation of Nabidh in the green pitcher (besmeared with pitch). He said: This is what they stated. I said: Did Allah's Messenger (may peace be upon him) forbid this? He said: They said so. (Muslim: 3708)