حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ طَاوُسًا يَقُولُا كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ ابْنِ عُمَرَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ أَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ قَالَ نَعَمْ
Telah menceritakan kepada kami [Amru An Naqid] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Ibrahim bin Maisarah] bahwa dia mendengar [Thawus] berkata, "Saya duduk di samping [Ibnu Umar], tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya berkata, "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang perasan nabidz dalam bejana yang terbuat dari tembikar, Ad Dubba' dan Al Muzaffat?" Dia menjawab, "Ya." (HR. Muslim: 3712)
Ibrahim b. Maisarah reported that he heard Tawus as saying: I was sitting with Ibn 'Umar when a man came to him, and said: Did Allah's Messenger (may peace be upon him) forbid the preparation of Nabidh in a green pitcher (besmeared with pitch), in varnished jar and in gourd? Thereupon he said: Yes. (Muslim: 3712)