حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا الثَّقَفِيُّ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ وَأَنْ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَأَنْ يَسْتَطِيبَ بِيَمِينِهِ
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [ats-Tsaqafi] dari [Ayyub] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abdullah bin Abu Qatadah] dari [Abu Qatadah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang bernafas di dalam bejana (saat minum), menyentuh kemaluan dengan tangan kanan, dan beristinja' dengan tangan kanan." (HR. Muslim: 394)
Aba Qatada reported: The Messenger of Allah (way peace be upon him) forbade (us) to breathe into the venel, to touch the penis with the right hand and to wipe after relieving with right hand. (Muslim: 394)