حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِعَمْرٍو قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فِي كُلِّ الصَّلَاةِ يَقْرَأُ فَمَا أَسْمَعَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْمَعْنَاكُمْ وَمَا أَخْفَى مِنَّا أَخْفَيْنَا مِنْكُمْ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ إِنْ لَمْ أَزِدْ عَلَى أُمِّ الْقُرْآنِ فَقَالَ إِنْ زِدْتَ عَلَيْهَا فَهُوَ خَيْرٌ وَإِنْ انْتَهَيْتَ إِلَيْهَا أَجْزَأَتْ عَنْكَ
Telah menceritakan kepada kami [Amru an-Naqid] dan [Zuhair bin Harb] dan lafazh tersebut milik Amru, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Ismail bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Atha'] dia berkata, [Abu Hurairah] berkata; ‘Dalam setiap (raka'at) shalat ada bacaannya, maka sesuatu yang diperdengarkan (dikeraskan) oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, niscaya kami memperdengarkannya (mengeraskan) kepada kalian. Dan sesuatu yang beliau sembunyikan (tidak mengeraskan), niscaya kami tidak menyembunyikan (tidak mengeraskan) untuk kalian.’ Seorang laki-laki berkata; ‘Bagaimana bila aku tidak menambahkan pada Ummul Qur'an (dengan surat lainnya)?" Abu Hurairah menjawab; ‘Jika kamu menambahkan, maka itu baik, dan jika hanya membaca Al Fatihah, hal itu sudah cukup bagimu.’ (HR. Muslim: 600)
Ata' narrated on the authority of Abu Huraira who said that one should recite (al-Fatiha) in every (rak'ah of) prayer. What we heard (i. e. recitation) from the Messenger of Allah (may peace be upon him), we made you listen to that. And that which he (recited) inwardly, we (recited) inwardly for you. A person said to him: If I add nothing to the (recitation) of the Umm al Qur'an (Surat al-Fatiha), would it make the prayer incomplete? He (AbuHuraira) said: If you add to that (if you recite some of verses of the Qur'an along with Surat at-Fatiha) that is better for you. But if you are contented with it (Surat al-Fatiha) only, it is sufficient for you. (Muslim: 600)