و حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنَّا بِالْمَدِينَةِ فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ لِصَلَاةِ الْمَغْرِبِ ابْتَدَرُوا السَّوَارِيَ فَيَرْكَعُونَ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ الْغَرِيبَ لَيَدْخُلُ الْمَسْجِدَ فَيَحْسِبُ أَنَّ الصَّلَاةَ قَدْ صُلِّيَتْ مِنْ كَثْرَةِ مَنْ يُصَلِّيهِمَا
Telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Farruh] telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] dari [Abdul Aziz] dan ia adalah Ibnu Shuhaib dari [Anas bin Malik] ia berkata; "Dulu, ketika kami di Madinah, bila sang muadzin telah mengumandangkan adzan Maghrib, maka para sahabat segera mendekati tiang-tiang masjid lalu mereka melaksanakan shalat dua rakaat-dua rakaat, sampai sekiranya ada orang asing masuk masjid, niscaya akan menyangka bahwa shalat telah ditunaikan karena banyaknya orang yang melakukannya." (HR. Muslim: 1383)
Anas b. Malik reported: When we were in Medina, the moment the Mu'adhdhin made the call to the sunset prayer, the people hastened to the pillars of the mosque and prayed two rak'ahs with the result that any stranger coming into the mosque would think that the obligatory prayer had been observed owing to the number who were praying then. (Muslim: 1383)