و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَاللَّفْظُ لِابْنِ أَبِي عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي عِيَاضٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَمَّا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيذِ فِي الْأَوْعِيَةِ قَالُوا لَيْسَ كُلُّ النَّاسِ يَجِدُ فَأَرْخَصَ لَهُمْ فِي الْجَرِّ غَيْرِ الْمُزَفَّتِ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] dan [Ibnu Abu Umar] dan ini adalah lafadz Ibnu Abu Umar, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Sulaiman Al Ahwal] dari [Mujahid] dari [Abu Iyadl] dari [Abdullah bin 'Amru] dia berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang perasan nabidz dalam bejana, para sahabat berkata, "Tapi tidak semua orang bisa mendapatkannya?" Maka beliau pun memberi keringanan untuk menggunakan bejana yang tidak dipolesi dengan ter." (HR. Muslim: 3726)
Abdullah b. 'Amr reported that when Allah's Messenger (may peace be upon him) forbade (the preparation) of Nabidh in vessels, they said all the people cannot (afford to have) them. He (the Holy Prophet) then granted them permission (to prepare) Nabidh in a green pitcher, but not in those besmeared with pitch. (Muslim: 3726)