و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ وَجَدْتُ فِي كِتَابِي عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَتَفَقَّدُ يَقُولُ أَيْنَ أَنَا الْيَوْمَ أَيْنَ أَنَا غَدًا اسْتِبْطَاءً لِيَوْمِ عَائِشَةَ قَالَتْ فَلَمَّا كَانَ يَوْمِي قَبَضَهُ اللَّهُ بَيْنَ سَحْرِي وَنَحْرِي
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dia berkata; Aku mendapatkan di dalam bukuku, dari [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Aisyah] dia berkata; Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ingin mengetahui jadwal gilirannya, maka beliau akan bertanya, 'Hari ini aku harus di istri yang mana dan besok di istri yang mana? ' Beliau menanyakan hal itu karena beliau ingin berIama-lama dengan Aisyah.' Aisyah berkata; 'Dan pada saat giliranku Allah mencabut nyawanya saat beliau berada di pangkuan saya." (HR. Muslim: 4473)
A'isha reported that Allah's Messenger (may peace be upon him) during his last illness) inquired: Where I would be tomorrow, where I would be tomorrow (thinking, that the turn of 'A'isha was not very near) and when it was my turn, Allah called him to his Heavenly Home and his head was between my neck and chest. (Muslim: 4473)