و حَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُعَاذٌ وَهُوَ ابْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى سِتَّ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ
Telah menceritakan kepadaku [Abu Ghassan Al Misma'i] dan [Muhammad bin Al Mutsanna] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Qatadah] dari [Atha` bin Abu Rabah] dari [Ubaid bin Umair] dari [Aisyah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat (khusuf) dengan enam ruku' dan empat sujud. (HR. Muslim: 1505)
This hadith is narrated thus on the authority of 'A'isha through another chain of transmitters:" The Messenger of Allah (may peace be upon him) observed six ruku's and four prostration in (two rak'ahs)." (Muslim: 1505)